Masih Bingung Cara Mengerjakan Sholat Witir Apabila Jumlah Rakaatnya Ganjil? Inilah Pendapat Dari Para Ulama Besar

shares |


Tahukah kamu apa itu sholat witir dan kapan saat yang tepat untuk melaksanakannya? Tentu saja sholat witir adalah sholat yang dilakukan pada malam hari dengan jumlah rokaat ganjil, mulai dari 3,5,7, dan seterusnya.






Mungkin kamu pernah melaksanakan sholat witir pada saat bulan ramadhan? Biasanya sesudah sholat teraweh di masjid. Sayangnya, masih ada banyak orang yang meninggalkan sholat witir dan memilih untuk pulang ke rumah dan tidur.



Sebenarnya shalat witir tidak hanya dilakukan pada saat bulan ramadhan saja, melainkan di semua waktu tetapi hanya untuk malam hari saja. Kamu bisa saja melaksanakan sholat witir secara munfarid di rumah maupun berjamaah.



Tapi yang menjadi permasalahan disini adalah bagaimanakah cara mengerjakan sholat witir, jika sholat yang dilakukan berjumlah ganjil? Yang berarti 3 rakaat dipecah menjadi 2 rakaat salam dan dilanjutkan 1 rakaat salam, ataukah cukup dengan 1 salam saja?



Menurut Hr. Bukhori 2/47, Muslim 2/166, Aisyah radhiallahu ‘anha menerangkan tentang shalatnya Rasul di bulan Ramadhan, “Rasul tidak pernah shalat malam lebih dari 11 raka’at, baik di bulan Ramadhan maupun diluar Ramadhan, yaitu beliau shalat 4 raka’at, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat 4 raka’at lagi, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama shalatnya, kemudian beliau shalat witir 3 raka’at.”




Sangat jelas sekali kalau kamu simak dengan baik bahwa perkataan Aisyah yaitu nabi shalat 4 rakaat, dan itu menunjukkan bahwa nabi mengerjakannya dengan satu kali salam, tentunya witir 3 rakaat juga dengan sekali salam.



Sedangkan menurut Ubay Bin Ka’ab menurut Hr. Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah, ia berkata “Sesungguhnya Nabi biasa membaca dalam shalat witir: Sabbihis marobbikal a’la (di raka’at pertama -red), kemudian di raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan pada raka’at ketiga: Qul huwallaahu ahad, dan beliau tidak salam kecuali di raka’at yang akhir.”



Pendapat dari Ubay Bin Ka’ab, yaitu “dan beliau tidak salam kecuali di raka’at yang akhir” sangat menjelaskan sekali  menunjukkan bahwa tiga raka’at shalat witir yang dikerjakan nabi itu dengan satu kali salam.

Related Posts