Bunda Sista! Wajib Baca Nich... Manfaat Baik Bermain Boneka Bagi Anak-anak

shares |

Perkembangan teknologi tak selamanya berdampak baik pada manusia, apalagi pada anak. Meski banyak permainan di dalamnya, tapi itu semua belum tentu baik buat anak.

Menurut psikolog anak, Ajeng Raviando, salah satu permainan yang aman dan sesuai dengan usia dan keadaan psikologis anak adalah bermain boneka. Apalagi dengan menerapkan role play.

"Permainan role play bersifat imajinatif membuat anak bisa berbuat apapun dengan boneka. Misalnya, menempatkan boneka di sekolah," kata Ajeng saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan.

Dengan memainkan peran boneka sebagai murid, Anda bisa menanamkan ajaran tentang pentingnya belajar buat anak. "Kalau ingin anak lebih kompetitif, main boneka bisa bantu dia untuk menyadari pentingnya belajar supaya lebih pintar," ujar Ajeng.

Caranya cukup mudah. Masih memainkan peran sebagai siswa, mainkan peran boneka yang selalu rajin belajar. Dan di akhir cerita buatlah mereka seolah mendapatkan prestasi karena rajin belajar. Dengan cara ini pula, Anda bisa mengajarkan kedisiplinan pada anak.

Tak hanya itu, Anda juga bisa mengajarkan anak berbagi. Buatlah adegan dengan boneka tentang suasana di kelas. Misalnya, meminjamkan pulpen ke temannya yang tidak membawa pulpen. "Sekarang kan banyak anak yang egois. Ini mengajarkan untuk berbagi dengan temannya," kata Ajeng menjelaskan.

Yang paling penting adalah sederhanakan cara Anda menyampaikan pesan. "Berikan pemahaman yang sesuai sehingga mudah mengerti apa yang ingin disampaikan orang tua," ujar Ajeng mengimbau.

Apalagi jika anak masih berusia dua sampai lima tahun. Kesederhanaan penyampaian amat penting karena mereka belum memahami konseptual. "Misalnya jujur. Apa sih maksudnya. Secara fisik dan otak belum sampai tahap itu," kata Ajeng.

"Jangan masih kecil sudah dibilang 'Kamu harus rajin belajar biar lulus sekolah terus bisa kerja’. Kejauhan itu," ujar Ajeng.

Barulah setelah anak berusia 6-12 tahun atau memasuki usia sekolah mereka bisa lebih mudah memahami. "Karena secara kognitif mereka berkembang dengan baik."
Sumber : CNN Indonesia

Related Posts